Bubuk buah adalah lapisan zat lilin yang disekresikan secara alami pada permukaan buah, yang secara ilmiah dikenal sebagai "lilin kulit" atau "es buah". Esensinya adalah lapisan pelindung alami yang dihasilkan buah-buahan selama proses pertumbuhannya untuk melindungi dirinya sendiri, bukan dari debu atau residu pestisida.
Komponen utama bubuk buah adalah ester rantai panjang atau senyawa lemak, dan komposisi spesifiknya bervariasi tergantung jenis buahnya. Misalnya saja bubuk buah pada permukaan blueberry yang kaya akan triterpenoid seperti asam oleanolic dan asam ursolat; Bubuk buah pada permukaan buah anggur juga mengandung asam oleanolic.
Bubuk buah memiliki banyak fungsi pelindung untuk buah-buahan:
Mengunci dan melembabkan air: Lapisan lilin dapat secara efektif mengurangi penguapan air buah dan menjaga kesegaran dan kekenyalan. Perlindungan fisik: Dapat memantulkan sebagian sinar ultraviolet dan mencegah kulit terbakar sinar matahari; Serta membuat air hujan cepat meluncur ke bawah sehingga mengurangi risiko perlekatan bakteri dan tumbuhnya jamur. Indikator kesegaran: Bubuk buah yang lengkap, seragam, dan kental biasanya merupakan tanda buah segar dan proses pengangkutannya lancar. Bubuk buah yang rontok secara parah mungkin menunjukkan bahwa buah tersebut disimpan di tempat yang lebih luas atau mengalami lebih banyak benturan. Bubuk buah aman dikonsumsi.